Top 3 Tekno Berita Hari Ini dimulai dari topik tentang para ahli di Singapura, yang melihat lonjakan kasus Omicron, telah memperingatkan bahwa varian baru dan diduga lebih menular itu kemungkinan akan menggantikan Delta selama beberapa minggu mendatang sebagai varian global yang dominan, dengan virus itu menjadi lebih bugar dan memiliki keunggulan reproduksi.

Berita terpopuler selanjutnya tentang tim riset gabungan menemukan bukti baru yang mengungkap kejadian erupsi dan tsunami dari Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018. Menurut anggota tim riset Mirzam Abdurrachman, bukan erupsi yang menyebabkan lereng puncak gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu rontok lalu menyebabkan tsunami, melainkan sebaliknya.

Selain itu, bocoran dari Samsung Galaxy S22 Ultra menyebutkan ponsel ini akan mengadopsi DNA seri Galaxy Note yang sudah dihentikan produksinya pada akhir 2020. Kabar tersebut terlihat dari dari gambar 3D yang diduga ponsel baru itu yang diterbitkan oleh pembocor spesifikasi ponsel baru Evan Blass.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

1. Pakar: Omicron Akan Segera Menggantikan Delta Sebagai Varian Global Dominan

Para ahli di Singapura, yang melihat lonjakan kasus Omicron, telah memperingatkan bahwa varian baru dan diduga lebih menular itu kemungkinan akan menggantikan Delta selama beberapa minggu mendatang sebagai varian global yang dominan, dengan virus itu menjadi lebih bugar dan memiliki keunggulan reproduksi.

Sementara Delta masih merupakan varian yang paling umum di semua benua kecuali Afrika, Omicron menyebar dengan sangat cepat, kata Dr Sebastian Maurer-Stroh, direktur eksekutif badan milik negara untuk Institut Bioinformatika Sains, Teknologi dan Penelitian.

Dari pengiriman genom yang dikirim ke Gisaid, sebuah inisiatif ilmu data yang menyediakan platform genom bersama untuk Covid, strain Omicron telah terdiri antara 7 dan 27 persen dari pengiriman baru selama sebulan terakhir, hingga Selasa. Angka tersebut merujuk ke semua benua kecuali Afrika.

“Dari data saat ini, sepertinya Delta akan turun dari waktu ke waktu relatif terhadap Omicron,” lapor The Straits Times, Kamis, 30 Desember 2021, mengutip Dr Maurer-Stroh, yang merupakan bagian dari tim global yang mengelola Gisaid.

2. Bukti Dugaan Tsunami Banten 2018 Bukan Sebab Erupsi Anak Krakatau

Tim riset gabungan menemukan bukti baru yang mengungkap kejadian erupsi dan tsunami dari Gunung Anak Krakatau pada 22 Desember 2018. Menurut anggota tim riset Mirzam Abdurrachman, bukan erupsi yang menyebabkan lereng puncak gunung yang berada di perairan Selat Sunda itu rontok lalu menyebabkan tsunami, melainkan sebaliknya.

“Ketidakstabilan lereng barat daya Gunung Anak Krakatau itu yang menyebabkan letusan besar setelah longsor,” katanya kepada Tempo, Jumat 31 Desember 2021.

Temuan didapat dari penelitian yang melibatkan tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), University of Oxford, University of Birmingham, dan British Geological Survey. Penelitian yang dimulai pada 2017 itu awalnya ingin mengkaji letusan Gunung Anak Krakatau pada 1883.

Saat riset berjalan itulah, Gunung Anak Krakatau meletus pada 22 Desember 2018. Gelombang tsunami yang terjadi kemudian sampai merenggut korban jiwa. Peristiwa itu, menurut Mirzam, membuat tim peneliti merasa kecolongan karena menimbulkan tsunami tanpa terdeteksi dengan baik oleh tim yang sedang meneliti.

3. Bocoran Samsung Galaxy S22 Ultra: Banyak Ambil DNA Galaxy Note

Bocoran dari Samsung Galaxy S22 Ultra menyebutkan ponsel ini akan mengadopsi DNA seri Galaxy Note yang sudah dihentikan produksinya pada akhir 2020. Kabar tersebut terlihat dari dari gambar 3D yang diduga ponsel baru itu yang diterbitkan oleh pembocor spesifikasi ponsel baru Evan Blass.

Dalam gambar, terlihat layar ponsel yang lebih besar dengan desain bulatan punch-hole untuk kamera depan. Bagian layar ini terlihat penuh, bahkan bezel hanya terlihat di bagian atas dan bawah, itu pun sangat tipis. Di setiap sudut ponsel juga terlihat runcing.

Selain itu, dilengkapi juga dengan Stylus Pen (S Pen)—fitur khas Galaxy Note—di sebelah unit ponsel di dalam gambarnya. Namun, di bagian belakang, tata letak kameranya mirip dengan generasi sebelumnya, Galaxy S21 Ultra, di mana kameranya agak sedikit menonjol daripada bodi belakang, lengkap dengan logo khas Samsung di bawah. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.