Mesin pemeriksa sampel Covid-19 buatan tim Universitas Padjadjaran (Unpad) masuk dalam daftar inovasi yang lolos di ajang Healthcare Innovation Awards V 2021 sesuai pengumuman di situs Indonesia Healthcare Forum. Alat itu dinamakan Auto Magnetic Extractor yang disingkat AutoMagER.

Karya-karya inovasi yang terpilih dikelompokkan dalam lima kategori, yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Mutu Pelayanan Kesehatan, Alat Kesehatan (ALKES), dan Teknologi Informasi Kesehatan. Setiap kategori memuat 10 inovasi terbaik.

Pendaftaran lomba kali ini dibuka 1 April-31 Agustus 2021. Penghargaan ini rutin digelar setiap tahun sejak 2017.

AutoMagER buatan Unpad masuk di kategori Alat Kesehatan. Pesaingnya seperti Bio Saliva buatan PT Bio Farma, kemudian GeNose, dan Ventilator Portable Indonesia (Vent-I).

Ketua tim peneliti AutoMagER Ida Faridah kepada Tempo sebelumnya mengatakan alat itu berupa mesin otomatis untuk pemeriksaan sampel pasien Covid-19 bermetode real time PCR (polymerase chain reaction). Cara pemeriksaan di laboratorium itu secara umum untuk mendeteksi material genetik dari virus, sel, atau bakteri tertentu.

AutoMagER dirancang dengan beberapa keunggulan dari cara manual maupun alat serupa yang sudah ada dari negara lain seperti Jerman. “Sekali putaran (ekstraksi) bisa memuat sampai 96 sampel,” kata anggota tim Savira Ekawardhani, Senin, 15 Juni 2020. Biasanya mereka secara manual hanya bisa mengolah maksimal 10 sampel sementara dengan mesin lain sampai 24 sampel.

Penambahan kapasitas sampel yang diekstraksi itu untuk mengantisipasi membludaknya permintaan tes jika masa pandemic Covid-19 memanjang. Kelebihan lain rancangan AutoMagER adalah user-driven design atau disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pengguna. Karena bekerja secara otomatis, risiko kesalahan operator dan paparan virus dengan cara ekstraksi manual bisa ditekan.

Inovasi itu tercetus akhir April lalu dengan biaya pengembangan riset AutoMagER sebesar Rp 200 juta dari swasta dan pemerintah. Latarnya beragam masalah terkait pemeriksaan sampel Covid-19 secara massal dan cepat. Cara manual pasti keteteran sementara alat ekstraksi terbatas dan harus impor.

Meskipun dananya ada, kata Savira, tapi barangnya jadi incaran berbagai negara sehingga sulit didatangkan vendor. “Selain untuk Covid-19, AutoMager bisa dipakai untuk pemeriksaan penyakit lain, seperti demam berdarah dengue,” ujarnya.

Proses penilaian masih berlangsung untuk menetapkan peraih Platinum Award, Gold Award dan Silver Award. Rencana pengumumannya pada 25 November 2021.