Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta belum mengubah status aktivitas Gunung Merapi memasuki tahun 2022 ini.

Tercatat sejak 5 November 2020 silam hingga 1 Januari 2022 ini, gunung yang dikeliling empat kabupaten di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih tetap di Level III atau Siaga.

Sepanjang 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 pukul 12.00 WIB, Gunung Merapi memuntahkan 19 kali lava pijar. “Arah luncur lava pijar itu semua ke barat daya dengan jarak jangkau maksimal 2.000 meter,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Sabtu, 1 Januari 2022.

Hasil pengamatan sepekan aktivitas Merapi, 24–30 Desember 2021, tercatat sedikitnya dua kali awan panas guguran ke arah hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter.

“Dalam periode sepekan itu, guguran lava juga teramati sedikitnya sebanyak 175 kali ke arah barat daya dominan ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter,” ujar Hanik.

Adapun hasil analisis morfologi dari foto udara dengan drone tanggal 24 Desember 2021, stasiun kamera Tunggularum, Ngepos, dan Babadan 2 mencatat adanya penurunan tinggi kubah barat daya Merapi sekitar 3 meter.

“Volume kubah lava barat daya sebesar 1.630.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 3.007.000 meter kubik,” kata Hanik.

Sepekan jelang tutup tahun ini, BPPTKG juga mendapati intensitas curah hujan meningkat menjadi sebesar 83 milimeter/jam selama 50 menit di Pos Kaliurang, tepatnya pada tanggal 25 Desember 2021. “Namun tidak sampai memicu terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” kata dia.