Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta meminta pemerintah daerah dan masyarakat mewaspadai potensi banjir lahar seiring meningkatnya curah hujan awal Februari ini.

Dari hasil pemantauan sepekan 28 Januari–3 Februari 2022, BPPTKG mencatat banjir lahar sudah mulai terjadi di sungai berhulu gunung api yang masih berstatus Siaga atau Level III itu.

“Pada tanggal 3 Februari 2022 telah terjadi banjir lahar hujan di Kali Boyong dan Kali Kuning,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat, 4 Februari 2022.

Banjir lahar yang terjadi pekan ini diawali hujan lebat yang teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang dengan intensitas curah hujan sebesar 167 milimeter per jam selama 70 menit.

Saat kejadian banjir lahar di Kali Boyong itu, sedikitnya 24 truk penambang pasir sempat terjebak dan tak bisa bergerak. Beruntung para pengemudi dan kru puluhan truk itu berhasil keluar dan menyelamatkan diri sebelum terlambat.

Para relawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman saat itu akhirnya berhasil mengevakuasi 24 truk yang bergelimpangan setelah terhempas banjir lahar.

Hanik mengatakan pada periode pengamatan sepekan terakhir teramati dua kali awan panas guguran meluncur ke arah barat daya, hulu Sungai Bebeng dengan jarak luncur 2.000–2.500 meter.

Guguran lava juga teramati sebanyak 133 kali ke arah serupa dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter dan satu kali guguran lava ke arah barat laut (hulu Sungai Apu dan Trising) dengan jarak luncur 300 meter.

“Bedanya, aktivitas erupsi sepekan ini tidak diikuti adanya perubahan morfologi yang signifikan, baik pada kubah lava barat daya maupun kubah tengah,” kata Hanik.

Volume kubah lava barat daya relatif tetap yakni sebesar 1.670.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 3.007.000 meter kubik. “Status aktivitas Merapi tetap dalam tingkat Siaga,” kata dia.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwaan mengatakan penyebab 24 armada truk terjebak banjir lahar di Kali Boyong terutama juga dipicu akses jalan keluar area tambang pasir itu tertutup tiga armada truk lain yang sedang bermasalah. “Ada tiga truk saat itu di akses jalan keluar yang mengalami kerusakan berupa putus As-nya,” kata Makwan.

Makwan mengatakan update cuaca di sekitar aliran Sungai Boyong sendiri sebenarnya juga sudah disampaikan secara berkala.