UM (t)) / (batas atas (t) – batas bawah (t)) x UM (t)}

UM (t+1) merupakan upah minimum tahun tertentu. PE (t) adalah nilai pertumbuhan ekonomi provinsi pada tahun berjalan. Inflasi (t) adalah inflasi yang digunakan.

Selanjutnya, dijelaskan dalam Pasal 26 ayat (6) bahwa rata-rata konsumsi per Kapita, rata-rata banyaknya anggota rumah tangga, dan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga bekerja pada setiap rumah tangga menggunakan data di wilayah yang bersangkutan. Sedangkan nilai pertumbuhan ekonomi atau inflasi yang digunakan dalam formula penyesuaian nilai UM disebutkan dalam Pasal 26 ayat (7) yaitu nilai pertumbuhan ekonomi atau inflasi tingkat provinsi.

Data-data yang dimaksud dalam Pasal 26 ayat (6) dan (7) sebagaimana disebutkan dalam Pasal 26 ayat (8) bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik.

Dalam video rekaman konferensi persnya yang disiarkan melalui kanal Youtube Kementerian Ketenagakerjaan RI, Selasa, 16 November 2021, Menaker mengatakan bahwa formula penghitungan UM dengan menggunakan formula batas atas dan batas bawah adalah untuk mengurangi kesenjangan UM antar wilayah melalui pendekatan rata-rata konsumsi rumah tangga di masing-masing wilayah.

Sehingga terwujud keadilan upah buruh antar wilayah.

Hal ini berdasarkan fakta di lapangan dimana UMP sebelumnya tidak berkorelasi dengan rata-rata tingkat konsumsi, median upah, dan tingkat pengangguran. Sehingga terjadi kesenjangan dimana satu daerah yang berdekatan perbedaan UMP-nya bisa dua kali lipat.

NAUFAL RIDHWAN ALY